Senin, 11 Januari 2010

BIOLOGI IKAN PAPUYU


A. Klasifikasi
Ikan Papuyu sebenarnya sudah lama dikenal masyarakat Indonesia dibeberapa daerah. Dalam bahasa-bahasa daerah ikan ini juga dinamakan ikan Betik (Jawa dan Sunda), Papuyu (Kalimantan Selatan), Puyu (Malaya dan Kalimantan Timur), Puyu-puyu (Padang), Puyo-puyo (Bintan), geteh-geteh (Manado), dan kusang (Danau Matanua). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai climbing gouramy atau climbing perch, merujuk pada kemampuannya memanjat ke daratan. Nama ilmiahnya adalah Anabas testudineus (Bloch, 1792).
Menurut Saanin (1984), Ikan Papuyu diklasifikasikan sebagai berikut :
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Kelas : Pisces
Sub Kelas : Teleostei
Ordo : Labyrinthici
Famili : Anabantidae
Genus : Anabas
Species : Anabas testudineus Bloch

B. Morfologi
Menurut Djuhanda (1981), tanda-tanda utama ikan Papuyu adalah bentuk lonjong lebih ke belakang pipih. Kepala besar dan mulut tidak dapat disembulkan. Semua badan kepalanya bersisik kasar dan besar-besar. Jari-jari keras dari sirip perut dapat digerakan untuk berjalan pada permukaan lumpur yang kering. Badan berwarna coklat agak hitam kehiaju-hijauan .
1. Ikan yang umumnya berukuran kecil, panjang hingga sekitar 25 cm, namun kebanyakan lebih kecil. Berkepala besar dan bersisik keras kaku.
2. Sisi atas tubuh (dorsal) gelap kehitaman agak kecoklatan atau kehijauan. Sisi samping (lateral) kekuningan, terutama di sebelah bawah, dengan garis-garis gelap melintang yang samar dan tak beraturan. Sebuah bintik hitam (terkadang tak jelas kelihatan) terdapat di ujung belakang tutup insang.
3. Sisi belakang tutup insang bergerigi tajam seperti duri.
C. Daerah Penyebaran
Ikan ini menyebar luas, mulai dari India, Cina hingga Asia Tenggara dan Kepulauan Nusantara di sebelah barat Garis Wallace Daerah penyebaran ikan Papuyu di Indonesia meliputi Sumatera, Nias, Bintan, Sulawesi, Bangka, Sumbawa, Pati, Ambon, Jawa, Bacau, Halmahera, Kalimantan, dan Madura.



D. Kebiasaan/Behaviour
Dalam keadaan normal, sebagaimana ikan umumnya, betok bernafas dalam air dengan insang. Akan tetapi seperti ikan gabus dan lele, betok juga memiliki kemampuan untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Ikan ini memiliki organ labirin (labyrinth organ) di kepalanya, yang memungkinkan hal itu. Alat ini sangat berguna manakala ikan mengalami kekeringan dan harus berpindah ke tempat lain yang masih berair. Betok mampu merayap naik dan berjalan di daratan dengan menggunakan tutup insang yang dapat dimegarkan, dan berlaku sebagai semacam ‘kaki depan’. Namun tentu saja ikan ini tidak dapat terlalu lama bertahan di daratan, dan harus mendapatkan air dalam beberapa jam atau ia akan mati.
E. Habitat
Ikan Papuyu ditemukan di rawa-rawa, sawah, sungai kecil dan parit-parit, juga pada kolam-kolam yang mendapatkan air banjir atau berhubungan dengan saluran air terbuka. Ikan Papuyu dapat tumbuh normal pada perairan dengan kisaran pH antara 4 – 8. Ikan Papuyu tahan terhadap kekeringan dan terkadang kuat hidup sampai satu minggu tanpa air atau tinggal dalam lumpur sedikit berair selama 1 – 2 bulan.
F. Makanan
Ikan Papuyu adalah golongan ikan pemakan segala (omnivora), oleh karena itu mudah diberikan makanan tambahan atau buatan.Menurut Mudjiman (1985), jumlah makanan yang dikonsumsi oleh ikan secara umum berkisar antara 3 – 6 % dari total berat ikan. Namun jumlah makanan itu dapat berubah-ubah tergantung pada suhu lingkungannya. Ikan ini memangsa aneka serangga dan hewan-hewan air yang berukuran kecil.
G. Pertumbuhan
Arifin (1991), menyatakan bahwa pertumbuhan dapat dikatakan sebagai pertambahan ukuran panjang atau berat didalam waktu tertentu. Pertambahan ukuran ini karena adanya proses hayati yang terus menerus terjadi didalam tubuh organisme. Kecepatan pertumbuhan sangat tergantung kepada jumlah makanan yang diberikan, ruang, suhu, kedalaman air, kandungan oksigen dalam air, dan parameter kualitas air lainnya. Makanan yang didapat oleh ikan terutama di manfaatkan untuk pergerakan, memulihkan organ tubuh yang rusak, setelah itu kelebihan makanan yang didapatkan digunakan untuk pertumbuhan (Asmawi, 1986). Pertumbuhan ikan Papuyu di alam dapat mencapai ukuran >200 gram per ekor dalam 1 tahun, sedangkan pertumbuhan dalam lingkungan budidaya (kolam, fishpen/jaring tancap) mencapai kisaran 70 - 100 gram per ekor selama 1 tahun
H. Reproduksi
Ikan Papuyu berkembangbiak dengan cara induk betina mengeluarkan telur yang dibuahi induk jantan dengan mengeluarkan sperma. Pembuahan terjadi diluar dengan cara tubuh induk jantan menjepit tubuh induk betina sambil mengeluarkan telur dan sperma

I. Telur
Telur ikan Papuyu berbentuk bulat berwarna bening kekuningan dengan sifat mengapung di air. 1 ekor induk papuyu dapat memproduksi telur sebanyak 15.000 – 30.000 tergantung berat dari ikan tersebut
J. Larva
Larva ikan Papuyu berukuran panjang < 1 mm berwarna bening dengan bintik mata hitam. Pada umur 1 hari larva akan diam mengapung di permukaan air atau menempel pada substrat, setelah umur 1 hari larva mulai berenang aktif

By Saifuddin

Senin, 02 November 2009

Berdayakan Kelompok Pembudidaya Ikan Kecil

Berdayakan Kelompok Pembudidaya Ikan Kecil

Kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN) merupakan kupulan dari pembudidaya ikan yang memiliki misi dan tujuan yang sama dalam mengembangkan usaha perikanan budidaya di pedesaan. Pembudidaya ikan digolongkan menjadi tiga golongan yaitu, pembudidaya ikan kelas pemula, pembudidya ikan kelas madya, dan pembudiday ikan kelas lanjut. Lembaga kelompok pembudidaya ikan masih dinilai lembah baik dalam hal manajemen maupun permodalan. Dalam hal ini tentunya kelompok yang anggotanya terdiri dari kelas pemula. Kelompok pemula biasanya anggotanya baru belajar mengenai usaha budidaya ikan dan bisa dikatakan belum berpegalaman, kelompok ini harus dibina sebaik mungkin dan terus diarahkan. Kelompok madya merupakan kelompok pembudidaya ikan yang sudah terbina, namun masih tergantung pada dinas atau instansi terkait. Sedangkan kelompok lanjut adalah kelompok yang sangat berpengalaman dan mandiri baik dalam hal manajemen maupun permodalan.
Semua kelompok pembudidaya ikan tingkat lanjut juga berawal dan tumbuh dari kelompok pemula. . Dengan pembinaan yang berkelanjutanlah akhirnya mereka tumbuh secara bertahap menjadi kelompok madya dan terus menjadi kelompok tingkat lanjut.
Kelompok pembudidaya ikan kecil memiliki keterbatasan dalam hal keterapilan, manajemen usaha, dan lemah dalam hal permodalan. Untuk memperkuat para pembudidaya ini tentunya harus dilakukan perencanaan dan pola pebinaan yang terarah. Memang kita ketahui bersama dari tahun 2003 hingga 2008 pemerintah telah mengucurkan dana penguatan modal bagi kelompok pembudidaya ikan kecil. Bahkan pada tahun 2008 tadi pemerintah juga telah memberikan bantuan social dengan program Bantuan Social Pengembangan Usaha Kecil Perikanan Budidaya (BS-PUKPB) hampir seluruh kabupaten kota menerima bantuan hibah ini. Namun bantuan ini tidak sepenuhnya dimanfaatkan oleh pembudidaya ikan untuk meningkatkan kegiatan usahanya.
Untukmemberdayakan kelompok pembudidaya ikan yang ada perlu kesabaran dan ketulusan. Karena merubah pola pikir dan tindakan mereka perlu pendekatan secara personal maupun melelui pendidikan dan pelatihan. Dengan adanya pendekatan yang dilakukan setidaknya akan mempercepat proses alih teknologi budidaya tepat guna. Setidaknya ada dua faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya penyerapan alih teknologi yang seharusnya mereka terapkan; yang pertama faktor dari anggota kelompok itu sendiri, yaitu para pembudidaya yang keras kepala dan terpaku pada pengalaman masa lalu tanpa melihat adanya perubahan teknologi budidaya perikanan yang ada. Mereka bertindak sesuai pengalaman tanpa mau mencoba teknologi yang dianjurkan, walaupun berkali-kali telah disampaikan kepada mereka. Yang kedua faktor dari informasi, informasi teknologi yang ada belum sampai kepada mereka atau terlalu lambatnya informasi tersebut sampai kepada mereka. Keterlambatan sampainya informasi ini dikarenakan oleh sistem informasi tersebut.
Untuk mengatasi permasahan tersebut bisa dilakukan dengan cara meningkatkan peran penyuluhan perikanan yang ada di setiap Kabupaten, Kecamatan, dan Desa-desa. Setidaknya setiap desa ada penyeluhnya, sehingga di desa tersebut ada pembina tetap kepada kelompok yang ada. Dengan adanya penyuluh perikanan diharapkan penyampaian alih teknologi budidaya dapat berjalan dengan lancar.
Merubah perilaku pembudidaya bisa dimulai melalui percontohan budidaya yang baik dan benar. Dengan dilakukannya budidaya yang benar tentunya akan memberikan bimbingan kepada para pembudidaya bagaimana cara budidaya yang menguntungkan melalui manajemen usaha yang tepat sehingga hasil yang diinginkan memuaskan. Jika percontohan yang dilaksanakan berhasil tentunya akan memberikan motifasi kepada mereka untuk mencoba teknologi budidaya ikan tepat guna.
Setelah pemberdayaan SDM sudah berjalan dengan baik, barulah dilakukan pemberdayaan melalui permodalan. Jika SDM pembudidaya ikan belum terbina akan mengakibatkan kegagalan program. Seberapapun program dan modal yang diberikan jika SDM lemah, maka hasil dari program tidaklah memuaskan. Untuk itu sebagaimana dijelaskan diatas bahwa program utama yang harus dijalankan adalah program peningkatan sumberdaya manusianya. Selanjutnya baru ditata program-program lain seperti program peningkatan produksi perikanan dan lainnya. Titik berat dari pembinaan adalah mengubah pola pikir dan tingkah laku pembudidaya ikan agar mempunyai mental wira usaha. Bukan menjadikannya mental peminta-minta. Salah satu program yang tidak mendidik kepada para pembudidaya adalah adanya bantuan Cuma-Cuma. Bantuan Cuma-Cuma bisa diberikan sesekali jika hanya untuk merangsang pertumbuhan iklim usaha, bukan diberikan secara terus menerus. Mari jadikan kelompok pembudidaya ikan menjadi kelompok yang kuat dan mandiri untuk memenuhi dan menolong diri mereka sendiri.

Kamis, 22 Oktober 2009

Budidaya Ikan Nila

Ikan Nila adalah ikan dengan pertumbuhan paling cepat dibandingkan ikan lain. Ikan nilan dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya dengan rasa dagingnya yang luar biasa enak. Ikan nila merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang tinggi sekaligus pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Ikan nila juga mudah sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara menggunakan kolam, jarring apung , atau karamba, di sawah, bahkan di kolam yang berair payau ikan ini mampu tumbuh dan berkembang.


cara budidaya ikan nila

Sejarah Ikan Nila

Ikan ini pertama kali dibawa dari Taiwan ke Bogor yakni di Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. setelah diteliti ikan nila desebarkan ke berbagai daerah perikanan dan diberi nama sesuai dengan nama latinnya yakni Nilotica. Dimana nama ini menunjukkan daerah asal ikan ini yakni sungai Nil di Benua Afrika. Awalnya ikan ini mendiami hulu sungai Nil di Uganda dan mereka selama bertahun – tahun habitatnya semakin berkembang dan bermigrasi ke arah selatan ke hilir sungai melewati danau Raft dan Tanganyika sampai ke Mesir.Ikan ini dengan bantuan dari manusia sekarang sudah tersebar sampai ke lima benua. Meskipun habitatnya yang disukai adalah daerah tropis dan hangat.

Habitat ikan Nila

Ikan nila memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya. Ikan memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan hidupnya. Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran yang tinggi dengan suhu yang rendah. Ia mampu hidup pada suhu 14 – 38 derajat celcius. Dengan suhu terbaik adalah 25 – 30 derajat. Hal yang paling berpengaruh dengan pertumbuhannya adalah salinitas atau kadar garam jumlah 0 – 29 % sebagai kadar maksimal untuk tumbuh dengan baik. Meski ia bisa hidup di kadar garam sampai 35% namun ia sudah tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik.

Perkembangbiakan

Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini

Kebiasaan makan ikan Nila

Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.

Hal yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah : pertumbuhan dari ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung mengganggu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila juga akan lebih cepar tumbuhnya jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya, karena di kolam dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam. Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organic atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya.

Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. Atau monosex

Prospek pasar

Jika anda tertarik untuk memelihara ikan nila sebagai species pilihan maka memang betul sekali pilihan anda. Minat pasar untuk ikan nila masih sangat lebar, mulai dari nila yang stadium bibit sampai ikan nila yang di kategorikan sebagai ikan konsumsi semua pasar tersebut masih sangat memungkinkan dimasuki. Karena termasuk ikan konsumsi dengan harga yang cukup terjangkau pasar.

Jenis ikan nila yang menjadi target pasar dalam negri adalah jenis ikan nila lokal dimana anda bisa mensuply ikan anda ke berbai kolam pemancingan dan juga aneka rumah makan, sementara untuk pangsa ekspor anda sebaiknya memilih ikan nila merah dan ikan nila gift, yang tentu saja harganya pasti akan lebih mahal dibandingkan ikan nila biasa. Kualitas daging dan ukuran tubuh menjadi tuntutan bagi para peternak untuk mengekspor produknya. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah berat tubuh minimal 500g per ekornya dengan kualitas no 1. dan tujuan ekspornya adalah Singapura, Hongkong, Saudi Arabia, Amerika Serikat serta beberapa negara di Eropa.

Budidaya Ikan Nila

Ikan Nila adalah ikan dengan pertumbuhan paling cepat dibandingkan ikan lain. Ikan nilan dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya dengan rasa dagingnya yang luar biasa enak. Ikan nila merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang tinggi sekaligus pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Ikan nila juga mudah sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara menggunakan kolam, jarring apung , atau karamba, di sawah, bahkan di kolam yang berair payau ikan ini mampu tumbuh dan berkembang.


cara budidaya ikan nila

Sejarah Ikan Nila

Ikan ini pertama kali dibawa dari Taiwan ke Bogor yakni di Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. setelah diteliti ikan nila desebarkan ke berbagai daerah perikanan dan diberi nama sesuai dengan nama latinnya yakni Nilotica. Dimana nama ini menunjukkan daerah asal ikan ini yakni sungai Nil di Benua Afrika. Awalnya ikan ini mendiami hulu sungai Nil di Uganda dan mereka selama bertahun – tahun habitatnya semakin berkembang dan bermigrasi ke arah selatan ke hilir sungai melewati danau Raft dan Tanganyika sampai ke Mesir.Ikan ini dengan bantuan dari manusia sekarang sudah tersebar sampai ke lima benua. Meskipun habitatnya yang disukai adalah daerah tropis dan hangat.

Habitat ikan Nila

Ikan nila memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya. Ikan memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan hidupnya. Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran yang tinggi dengan suhu yang rendah. Ia mampu hidup pada suhu 14 – 38 derajat celcius. Dengan suhu terbaik adalah 25 – 30 derajat. Hal yang paling berpengaruh dengan pertumbuhannya adalah salinitas atau kadar garam jumlah 0 – 29 % sebagai kadar maksimal untuk tumbuh dengan baik. Meski ia bisa hidup di kadar garam sampai 35% namun ia sudah tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik.

Perkembangbiakan

Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini

Kebiasaan makan ikan Nila

Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.

Hal yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah : pertumbuhan dari ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung mengganggu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila juga akan lebih cepar tumbuhnya jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya, karena di kolam dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam. Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organic atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya.

Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. Atau monosex

Prospek pasar

Jika anda tertarik untuk memelihara ikan nila sebagai species pilihan maka memang betul sekali pilihan anda. Minat pasar untuk ikan nila masih sangat lebar, mulai dari nila yang stadium bibit sampai ikan nila yang di kategorikan sebagai ikan konsumsi semua pasar tersebut masih sangat memungkinkan dimasuki. Karena termasuk ikan konsumsi dengan harga yang cukup terjangkau pasar.

Jenis ikan nila yang menjadi target pasar dalam negri adalah jenis ikan nila lokal dimana anda bisa mensuply ikan anda ke berbai kolam pemancingan dan juga aneka rumah makan, sementara untuk pangsa ekspor anda sebaiknya memilih ikan nila merah dan ikan nila gift, yang tentu saja harganya pasti akan lebih mahal dibandingkan ikan nila biasa. Kualitas daging dan ukuran tubuh menjadi tuntutan bagi para peternak untuk mengekspor produknya. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah berat tubuh minimal 500g per ekornya dengan kualitas no 1. dan tujuan ekspornya adalah Singapura, Hongkong, Saudi Arabia, Amerika Serikat serta beberapa negara di Eropa.

Rabu, 01 Juli 2009

ACTIVATED BIO ORGANISME (ABo)

ABo merupakan formulasi enokulan strain-strain mikroba unggul. Mengandung campuran lebih dari 80 jenis mikroorganisme yang bermanfaat. Sangat cocok untuk digunakan untuk tanaman, tambak, kolam, dan ternak. Dalam dunia Perikanan ABo sangat cocok untuk menumbuhkan media fitoplankton dan zooplankton dikolam. Dengan menggunakan ABo yang sudah diaktivasi dengan cara 1 liter ABo dicampur dengan 1 Kg cairan gula merah/jawa di aduk dalam 100 liter air dan diendapkan selam 2 malam akan membantu proses penumbuhan plankton di kolam. Penggunaaan ABo yang sudah dilakukan oleh pembudidaya adalah pembuatan media untuk budidaya Belut di Banjarbaru. Dengan menggunakan ABo teraktivasi, larutan disemprotkan ke cincangan batang pisang dan kotoran sapi yang ditutup selama 4 minggu (diaduk setiap hari). Setelah bahan-bahan tersebut siap dimasukkan ke kolam belut sebagai media pemeliharaan belut.

ABo yang diberikan pada kolam berfungsi untuk meningkatkan dan menjaga mutu air, menekan pertumbuhan baktei pathogen dalam tanah dan air, meningkatkan kekebalan dan kesehatan ikan, melancarkan sistem pencernaan sehingga meningkatkan nafsu makan ikan, meningkatkan mutu dan banyaknya plankton dalam air kolam sehingga mampu memenuhi pakan alami bagi ikan yang dibudidayakan di kolam.

Penggunaan ABo di Tapin belum berkembang karena ABo merupakan produk baru yang belum berdar luas di pasaran. Untuk itu perlu adanya sosialisasi kepada para pembudidaya ikan.

ABo ini diproduksi oleh AGRO MAKMUR KALIMANTAN Jl. Unlam 2 No.11 Banjarbaru Kalimantan Selatan 70713.

Selasa, 09 Juni 2009

bahasa HTML

kalau ada yang ngerti cara belajar bahasa HTML kasih tau ke aku yo..

Kamis, 04 Juni 2009

MAUNJUN

Maunjun (memancing ikan) merupakan kegiatan yang menyenangkan. Menangkap ikan di rawa, sungai, dan waduk merupakan kegemaran masyarakat Kalimantan Selatan khusunya di Kabupaten Tapin. Hari-hari libur atau pada waktu senggang masyarakat umum ataupun yang berprofesi sebagai pegawai negri, pegawai swasta, dan militer memanfaatkan waktu senggang mereka unutuk maunjun. Daerah yang penangkapan ikan yang dituju adalah sungai, rawa-rawa dan kolam pemancingan.

Target ikan yang ditangkap untuk perairan rawa adalah ikan Haruan (Gabus), Papuyu (Betok), Sapat Siam, Sepat Rawa, Lele Lokal, Ikan Patung, dan Belut Sawah. Alat tangkap yang digunakan antara lain banjur, unjun dan pair haruan. Maunjun di perairan rawa bisa dilakukan pada pagi hari dan sore hari. Bagi yang pegawai negri, swasta, dan militer kebanyakan menggunakan waktu senggang di sore hari, karena pagi hari sampai siang mereka bekerja di kantor. Untuk menangkap ikan gabus alat yang digunakan adalah pair dengan menggunakan umpan dari anak katak, bisa juga menggunakan banjur yang diberi umpan dari potongan sepat rawa.

Untuk ikan sungai yang ditangkap adalah ikan patin lokal, Baung, Kalabau, Sanggang, dan Udang galah. Untuk menangkap patin biasanya masyarakat menggunakan unjun tanpa stik dengan menggunakan tali nylon dan kawat yang besar. Umpan yang digunakan sangat sederhana terbuat dari pisang, usus, dan bisa juga digunakan umpan dari buah nangka masak. Sedangkan ikan sanggang dan kalabau kebanyakan menggunakan unjun yang menggunakan stik dan berring. Umpan yang digunakan untuk maunjun ikan kalabau terbuat dari racikan kue gabin dicampur dengan minyak goreng dan sedikit pakan ikan. Lain lagi dengan maunjun udang galah, kawat kail yang digunakan tanpa bait, umpan yang digunakan anak udang kecil dan cacing tanah.

Bagi yang pengen mencoba meunjun diperairan rawa dan sungai sebaiknya menyiapkan paralatan lengkap terlebih dahulu. Yang disiapkan berupa unjun, umpan, tas, kotak umpan, pemberat, dan kawat. Semua parelatan yang disiapkan disesuaikan dengan tujuan ikan yang akan ditangkap.