Senin, 02 November 2009

Berdayakan Kelompok Pembudidaya Ikan Kecil

Berdayakan Kelompok Pembudidaya Ikan Kecil

Kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN) merupakan kupulan dari pembudidaya ikan yang memiliki misi dan tujuan yang sama dalam mengembangkan usaha perikanan budidaya di pedesaan. Pembudidaya ikan digolongkan menjadi tiga golongan yaitu, pembudidaya ikan kelas pemula, pembudidya ikan kelas madya, dan pembudiday ikan kelas lanjut. Lembaga kelompok pembudidaya ikan masih dinilai lembah baik dalam hal manajemen maupun permodalan. Dalam hal ini tentunya kelompok yang anggotanya terdiri dari kelas pemula. Kelompok pemula biasanya anggotanya baru belajar mengenai usaha budidaya ikan dan bisa dikatakan belum berpegalaman, kelompok ini harus dibina sebaik mungkin dan terus diarahkan. Kelompok madya merupakan kelompok pembudidaya ikan yang sudah terbina, namun masih tergantung pada dinas atau instansi terkait. Sedangkan kelompok lanjut adalah kelompok yang sangat berpengalaman dan mandiri baik dalam hal manajemen maupun permodalan.
Semua kelompok pembudidaya ikan tingkat lanjut juga berawal dan tumbuh dari kelompok pemula. . Dengan pembinaan yang berkelanjutanlah akhirnya mereka tumbuh secara bertahap menjadi kelompok madya dan terus menjadi kelompok tingkat lanjut.
Kelompok pembudidaya ikan kecil memiliki keterbatasan dalam hal keterapilan, manajemen usaha, dan lemah dalam hal permodalan. Untuk memperkuat para pembudidaya ini tentunya harus dilakukan perencanaan dan pola pebinaan yang terarah. Memang kita ketahui bersama dari tahun 2003 hingga 2008 pemerintah telah mengucurkan dana penguatan modal bagi kelompok pembudidaya ikan kecil. Bahkan pada tahun 2008 tadi pemerintah juga telah memberikan bantuan social dengan program Bantuan Social Pengembangan Usaha Kecil Perikanan Budidaya (BS-PUKPB) hampir seluruh kabupaten kota menerima bantuan hibah ini. Namun bantuan ini tidak sepenuhnya dimanfaatkan oleh pembudidaya ikan untuk meningkatkan kegiatan usahanya.
Untukmemberdayakan kelompok pembudidaya ikan yang ada perlu kesabaran dan ketulusan. Karena merubah pola pikir dan tindakan mereka perlu pendekatan secara personal maupun melelui pendidikan dan pelatihan. Dengan adanya pendekatan yang dilakukan setidaknya akan mempercepat proses alih teknologi budidaya tepat guna. Setidaknya ada dua faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya penyerapan alih teknologi yang seharusnya mereka terapkan; yang pertama faktor dari anggota kelompok itu sendiri, yaitu para pembudidaya yang keras kepala dan terpaku pada pengalaman masa lalu tanpa melihat adanya perubahan teknologi budidaya perikanan yang ada. Mereka bertindak sesuai pengalaman tanpa mau mencoba teknologi yang dianjurkan, walaupun berkali-kali telah disampaikan kepada mereka. Yang kedua faktor dari informasi, informasi teknologi yang ada belum sampai kepada mereka atau terlalu lambatnya informasi tersebut sampai kepada mereka. Keterlambatan sampainya informasi ini dikarenakan oleh sistem informasi tersebut.
Untuk mengatasi permasahan tersebut bisa dilakukan dengan cara meningkatkan peran penyuluhan perikanan yang ada di setiap Kabupaten, Kecamatan, dan Desa-desa. Setidaknya setiap desa ada penyeluhnya, sehingga di desa tersebut ada pembina tetap kepada kelompok yang ada. Dengan adanya penyuluh perikanan diharapkan penyampaian alih teknologi budidaya dapat berjalan dengan lancar.
Merubah perilaku pembudidaya bisa dimulai melalui percontohan budidaya yang baik dan benar. Dengan dilakukannya budidaya yang benar tentunya akan memberikan bimbingan kepada para pembudidaya bagaimana cara budidaya yang menguntungkan melalui manajemen usaha yang tepat sehingga hasil yang diinginkan memuaskan. Jika percontohan yang dilaksanakan berhasil tentunya akan memberikan motifasi kepada mereka untuk mencoba teknologi budidaya ikan tepat guna.
Setelah pemberdayaan SDM sudah berjalan dengan baik, barulah dilakukan pemberdayaan melalui permodalan. Jika SDM pembudidaya ikan belum terbina akan mengakibatkan kegagalan program. Seberapapun program dan modal yang diberikan jika SDM lemah, maka hasil dari program tidaklah memuaskan. Untuk itu sebagaimana dijelaskan diatas bahwa program utama yang harus dijalankan adalah program peningkatan sumberdaya manusianya. Selanjutnya baru ditata program-program lain seperti program peningkatan produksi perikanan dan lainnya. Titik berat dari pembinaan adalah mengubah pola pikir dan tingkah laku pembudidaya ikan agar mempunyai mental wira usaha. Bukan menjadikannya mental peminta-minta. Salah satu program yang tidak mendidik kepada para pembudidaya adalah adanya bantuan Cuma-Cuma. Bantuan Cuma-Cuma bisa diberikan sesekali jika hanya untuk merangsang pertumbuhan iklim usaha, bukan diberikan secara terus menerus. Mari jadikan kelompok pembudidaya ikan menjadi kelompok yang kuat dan mandiri untuk memenuhi dan menolong diri mereka sendiri.

Kamis, 22 Oktober 2009

Budidaya Ikan Nila

Ikan Nila adalah ikan dengan pertumbuhan paling cepat dibandingkan ikan lain. Ikan nilan dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya dengan rasa dagingnya yang luar biasa enak. Ikan nila merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang tinggi sekaligus pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Ikan nila juga mudah sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara menggunakan kolam, jarring apung , atau karamba, di sawah, bahkan di kolam yang berair payau ikan ini mampu tumbuh dan berkembang.


cara budidaya ikan nila

Sejarah Ikan Nila

Ikan ini pertama kali dibawa dari Taiwan ke Bogor yakni di Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. setelah diteliti ikan nila desebarkan ke berbagai daerah perikanan dan diberi nama sesuai dengan nama latinnya yakni Nilotica. Dimana nama ini menunjukkan daerah asal ikan ini yakni sungai Nil di Benua Afrika. Awalnya ikan ini mendiami hulu sungai Nil di Uganda dan mereka selama bertahun – tahun habitatnya semakin berkembang dan bermigrasi ke arah selatan ke hilir sungai melewati danau Raft dan Tanganyika sampai ke Mesir.Ikan ini dengan bantuan dari manusia sekarang sudah tersebar sampai ke lima benua. Meskipun habitatnya yang disukai adalah daerah tropis dan hangat.

Habitat ikan Nila

Ikan nila memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya. Ikan memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan hidupnya. Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran yang tinggi dengan suhu yang rendah. Ia mampu hidup pada suhu 14 – 38 derajat celcius. Dengan suhu terbaik adalah 25 – 30 derajat. Hal yang paling berpengaruh dengan pertumbuhannya adalah salinitas atau kadar garam jumlah 0 – 29 % sebagai kadar maksimal untuk tumbuh dengan baik. Meski ia bisa hidup di kadar garam sampai 35% namun ia sudah tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik.

Perkembangbiakan

Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini

Kebiasaan makan ikan Nila

Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.

Hal yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah : pertumbuhan dari ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung mengganggu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila juga akan lebih cepar tumbuhnya jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya, karena di kolam dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam. Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organic atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya.

Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. Atau monosex

Prospek pasar

Jika anda tertarik untuk memelihara ikan nila sebagai species pilihan maka memang betul sekali pilihan anda. Minat pasar untuk ikan nila masih sangat lebar, mulai dari nila yang stadium bibit sampai ikan nila yang di kategorikan sebagai ikan konsumsi semua pasar tersebut masih sangat memungkinkan dimasuki. Karena termasuk ikan konsumsi dengan harga yang cukup terjangkau pasar.

Jenis ikan nila yang menjadi target pasar dalam negri adalah jenis ikan nila lokal dimana anda bisa mensuply ikan anda ke berbai kolam pemancingan dan juga aneka rumah makan, sementara untuk pangsa ekspor anda sebaiknya memilih ikan nila merah dan ikan nila gift, yang tentu saja harganya pasti akan lebih mahal dibandingkan ikan nila biasa. Kualitas daging dan ukuran tubuh menjadi tuntutan bagi para peternak untuk mengekspor produknya. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah berat tubuh minimal 500g per ekornya dengan kualitas no 1. dan tujuan ekspornya adalah Singapura, Hongkong, Saudi Arabia, Amerika Serikat serta beberapa negara di Eropa.

Budidaya Ikan Nila

Ikan Nila adalah ikan dengan pertumbuhan paling cepat dibandingkan ikan lain. Ikan nilan dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya dengan rasa dagingnya yang luar biasa enak. Ikan nila merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang tinggi sekaligus pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Ikan nila juga mudah sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara menggunakan kolam, jarring apung , atau karamba, di sawah, bahkan di kolam yang berair payau ikan ini mampu tumbuh dan berkembang.


cara budidaya ikan nila

Sejarah Ikan Nila

Ikan ini pertama kali dibawa dari Taiwan ke Bogor yakni di Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. setelah diteliti ikan nila desebarkan ke berbagai daerah perikanan dan diberi nama sesuai dengan nama latinnya yakni Nilotica. Dimana nama ini menunjukkan daerah asal ikan ini yakni sungai Nil di Benua Afrika. Awalnya ikan ini mendiami hulu sungai Nil di Uganda dan mereka selama bertahun – tahun habitatnya semakin berkembang dan bermigrasi ke arah selatan ke hilir sungai melewati danau Raft dan Tanganyika sampai ke Mesir.Ikan ini dengan bantuan dari manusia sekarang sudah tersebar sampai ke lima benua. Meskipun habitatnya yang disukai adalah daerah tropis dan hangat.

Habitat ikan Nila

Ikan nila memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya. Ikan memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan hidupnya. Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran yang tinggi dengan suhu yang rendah. Ia mampu hidup pada suhu 14 – 38 derajat celcius. Dengan suhu terbaik adalah 25 – 30 derajat. Hal yang paling berpengaruh dengan pertumbuhannya adalah salinitas atau kadar garam jumlah 0 – 29 % sebagai kadar maksimal untuk tumbuh dengan baik. Meski ia bisa hidup di kadar garam sampai 35% namun ia sudah tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik.

Perkembangbiakan

Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini

Kebiasaan makan ikan Nila

Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.

Hal yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah : pertumbuhan dari ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung mengganggu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila juga akan lebih cepar tumbuhnya jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya, karena di kolam dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam. Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organic atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya.

Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. Atau monosex

Prospek pasar

Jika anda tertarik untuk memelihara ikan nila sebagai species pilihan maka memang betul sekali pilihan anda. Minat pasar untuk ikan nila masih sangat lebar, mulai dari nila yang stadium bibit sampai ikan nila yang di kategorikan sebagai ikan konsumsi semua pasar tersebut masih sangat memungkinkan dimasuki. Karena termasuk ikan konsumsi dengan harga yang cukup terjangkau pasar.

Jenis ikan nila yang menjadi target pasar dalam negri adalah jenis ikan nila lokal dimana anda bisa mensuply ikan anda ke berbai kolam pemancingan dan juga aneka rumah makan, sementara untuk pangsa ekspor anda sebaiknya memilih ikan nila merah dan ikan nila gift, yang tentu saja harganya pasti akan lebih mahal dibandingkan ikan nila biasa. Kualitas daging dan ukuran tubuh menjadi tuntutan bagi para peternak untuk mengekspor produknya. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah berat tubuh minimal 500g per ekornya dengan kualitas no 1. dan tujuan ekspornya adalah Singapura, Hongkong, Saudi Arabia, Amerika Serikat serta beberapa negara di Eropa.

Rabu, 01 Juli 2009

ACTIVATED BIO ORGANISME (ABo)

ABo merupakan formulasi enokulan strain-strain mikroba unggul. Mengandung campuran lebih dari 80 jenis mikroorganisme yang bermanfaat. Sangat cocok untuk digunakan untuk tanaman, tambak, kolam, dan ternak. Dalam dunia Perikanan ABo sangat cocok untuk menumbuhkan media fitoplankton dan zooplankton dikolam. Dengan menggunakan ABo yang sudah diaktivasi dengan cara 1 liter ABo dicampur dengan 1 Kg cairan gula merah/jawa di aduk dalam 100 liter air dan diendapkan selam 2 malam akan membantu proses penumbuhan plankton di kolam. Penggunaaan ABo yang sudah dilakukan oleh pembudidaya adalah pembuatan media untuk budidaya Belut di Banjarbaru. Dengan menggunakan ABo teraktivasi, larutan disemprotkan ke cincangan batang pisang dan kotoran sapi yang ditutup selama 4 minggu (diaduk setiap hari). Setelah bahan-bahan tersebut siap dimasukkan ke kolam belut sebagai media pemeliharaan belut.

ABo yang diberikan pada kolam berfungsi untuk meningkatkan dan menjaga mutu air, menekan pertumbuhan baktei pathogen dalam tanah dan air, meningkatkan kekebalan dan kesehatan ikan, melancarkan sistem pencernaan sehingga meningkatkan nafsu makan ikan, meningkatkan mutu dan banyaknya plankton dalam air kolam sehingga mampu memenuhi pakan alami bagi ikan yang dibudidayakan di kolam.

Penggunaan ABo di Tapin belum berkembang karena ABo merupakan produk baru yang belum berdar luas di pasaran. Untuk itu perlu adanya sosialisasi kepada para pembudidaya ikan.

ABo ini diproduksi oleh AGRO MAKMUR KALIMANTAN Jl. Unlam 2 No.11 Banjarbaru Kalimantan Selatan 70713.

Selasa, 09 Juni 2009

bahasa HTML

kalau ada yang ngerti cara belajar bahasa HTML kasih tau ke aku yo..

Kamis, 04 Juni 2009

MAUNJUN

Maunjun (memancing ikan) merupakan kegiatan yang menyenangkan. Menangkap ikan di rawa, sungai, dan waduk merupakan kegemaran masyarakat Kalimantan Selatan khusunya di Kabupaten Tapin. Hari-hari libur atau pada waktu senggang masyarakat umum ataupun yang berprofesi sebagai pegawai negri, pegawai swasta, dan militer memanfaatkan waktu senggang mereka unutuk maunjun. Daerah yang penangkapan ikan yang dituju adalah sungai, rawa-rawa dan kolam pemancingan.

Target ikan yang ditangkap untuk perairan rawa adalah ikan Haruan (Gabus), Papuyu (Betok), Sapat Siam, Sepat Rawa, Lele Lokal, Ikan Patung, dan Belut Sawah. Alat tangkap yang digunakan antara lain banjur, unjun dan pair haruan. Maunjun di perairan rawa bisa dilakukan pada pagi hari dan sore hari. Bagi yang pegawai negri, swasta, dan militer kebanyakan menggunakan waktu senggang di sore hari, karena pagi hari sampai siang mereka bekerja di kantor. Untuk menangkap ikan gabus alat yang digunakan adalah pair dengan menggunakan umpan dari anak katak, bisa juga menggunakan banjur yang diberi umpan dari potongan sepat rawa.

Untuk ikan sungai yang ditangkap adalah ikan patin lokal, Baung, Kalabau, Sanggang, dan Udang galah. Untuk menangkap patin biasanya masyarakat menggunakan unjun tanpa stik dengan menggunakan tali nylon dan kawat yang besar. Umpan yang digunakan sangat sederhana terbuat dari pisang, usus, dan bisa juga digunakan umpan dari buah nangka masak. Sedangkan ikan sanggang dan kalabau kebanyakan menggunakan unjun yang menggunakan stik dan berring. Umpan yang digunakan untuk maunjun ikan kalabau terbuat dari racikan kue gabin dicampur dengan minyak goreng dan sedikit pakan ikan. Lain lagi dengan maunjun udang galah, kawat kail yang digunakan tanpa bait, umpan yang digunakan anak udang kecil dan cacing tanah.

Bagi yang pengen mencoba meunjun diperairan rawa dan sungai sebaiknya menyiapkan paralatan lengkap terlebih dahulu. Yang disiapkan berupa unjun, umpan, tas, kotak umpan, pemberat, dan kawat. Semua parelatan yang disiapkan disesuaikan dengan tujuan ikan yang akan ditangkap.

Rabu, 03 Juni 2009

Pelatihan Pembenihan Ikan Lele Dumbo

Pelatihan ikan lele yang dilaksanakan oleh Balai Budidaya Air Tawar Mandi Angin pada tanggal 25-30 Mei 2009 sangat banyak memberikan pelajaran tentang komoditas ikan lele dumbo. dalam pelatihan ini dibahas aspek-aspek biologi ikan lele dumbo. pelatihan berjalan dengan lancar, teori dan praktek yang dilaksanakan sangat menarik. dalam peltihan ini praktek yang dilakukan adalah praktek kawin semi buatan dan buatan. dimana ikan dilakukan penyuntikan. dan induk jantan harus dibedah untuk diambil kantong spermanya. setelah seperma siap, baru dilakukan striping telur dan dicampur dengan sperma. telur yang telah dicampur dengan sperma dicuci lalu dimasukkan ke dalam akuarium dan dibiarkan sampai menetes. telur akan menetas dalam waktu 24 jam...